Ide dan konsep dari hal yang sangat sederhana—aku melihat, mendengar, dan merasakan, Potrait Series (faceless) adalah bentuk dari tindakan, hasil pemikiran dan sebuah keputusan bahwa saya harus berani melawan arus seni visual konvensional.
Selanjutnya, pecinta seni (art lover) memegang peran penting menentukan kriteria estetik.
Polarisasi dalam seni lukis tidak bersifat umum, melainkan bersifat lebih segmented. Lukisan realisme sama menariknya dengan abstrak, begitu pula seni kontemporer sama baiknya dengan lukisan tradisional. Esensi karya tidak dapat diukur dengan skala 1 banding 10, karna seni seni bersifat subjektif—tergantung pada audiens dan selera masing-masing.
Tidak ada kemutlakan dalam seni, karena seni bukanlah Tuhan harus diagungkan. Bahkan seburuk-buruknya seni, tidak ada ‘dosa’ dalam seni visual.